Kamis, 10 Mei 2012

Rindu

Malaikat meneteskan embun surganya lagi malam ini
Bumi terasa menjadi dingin, membuat hati perindu menggigil..
Pesakitan yang sesak karena rindu, dibasuh oleh hujan yang menari-nari menuju bumi
semua rasa terkuak dengan begitu bebas
Hujan membuat rindu menjadi -jadi sekaligus membasuhnya dengan tanpa rasa bersalah
Perindu yang haus...
Perindu yang pesakitan karena rasa rindu yang dibentangkan oleh waktu dan jarak..
Jejak-jejak kenangan yang seolah menjadi begitu terlihat jelas
waktu meneriakan kenangan itu dengan leluasa dibalik derasnya hujan.
Hanya Perindu yang sangat merasakan itu...
Perindu yang dibuat menjadi pesakitan
Karena hujan terlalu jelas mengiringi hati yang rindu...


-10th May 2K12 22.30 gazing at the window-

Sabtu, 05 Mei 2012

Diam dan Hujan

Diam...
mengartikan banyak rahasia yang disimpan sendirian
mengartikan banyak hal yang masih perlu diselesaikan
mengartikan menganggap sesuatu telah selesai
bahkan mengartikan terlalu banyak hal... terlalu...

Hujan...
deras ataupun tidak, tetaplah hujan...
yang kita tahu itu tetaplah hujan...
entah rasa marah, maupun rasa rindu..
semua mengartikan sesuatu...

Diam dan Hujan...
diam berarti tanpa kata-kata, sunyi, tangis tanpa air mata
kesunyian yang dapat dimengerti oleh derasnya hujan
Hujan menyimpan semua irama hati kita tanpa ada satupun yang terlewat...

Diam,
dan sampaikanlah pada hujan, disaat kita merasa sendiri..
Hujan,
akan menyimpan semuanya.. bahkan hingga kemarau berkepanjangan..


Jumat, 04 Mei 2012

Wanita itu menangis.......

Wanita itu..
menumpahkan segala perhatiannya..
menunjukan pada semua orang bahwa ia sangat mencintai laki-laki itu
walau ia tahu, tidak seindah itu

Wanita itu..
menunjukan semua gambar mesra ia dengan laki-laki itu
agar terlihat bahagia dan sempurna hubungannya dimata mereka
walau ia tahu, tidak sebahagia itu

Wanita itu..
menginginkan lelaki itu seperti yang ia mau
memaksa, membuat semua jadi tidak apa adanya
walau ia tahu, laki-laki itu tidak begitu mencintainya

Wanita itu...
menginginkan cinta dan hatinya
tapi masih bingung antara harta dan cinta
walau ia tahu, lelaki itu sudah muak

Wanita itu...
kini berdiri sendiri,
tak perlu memaksakan kehendaknya lagi
tak perlu memperlihatkan kesempurnaan semu
tak perlu menunjukan ego dan arogannya yang kosong
karena harta tidak dapat membeli cinta

Wanita itu kini menangis....
ditinggalkan laki-laki yang dicintainya yang lebih memilih menikahi wanita yang jauh lebih baik darinya....
air mata sudah tidak berguna
takkan membuat segalanya kembali

Wanita itu...
terpaksa memutuskan untuk menerima pinangan laki-laki lain
walau tidak terlalu cinta
tapi umur akan membuatnya tua
akhirnya ia pun memutuskan menikah diusianya yang sudah lebih dari seperempat abad

wanita itu....
memang bisa dibeli dengan harta....